Berdasarkan catatan dan informasi baling – baling pesawat ini merupakan bagian dari pesawat tempur Skuadron 75 RAAF milik Sekuru-Australia yang jatuh bersama pilot saat melakukan konfoi patroli dari Pulau Morotai pada tanggal 28 Juni 1945. Peristiwa ini berawal saat pesawat tersebut berada di atas perairan Tarakan mengalami cuaca buruk dan kehabisan bahan bakar kemudian mendarat darurat diperairan pantai barat Tarakan. Pada tahun 2005 Baling-baling pesawat ini ditemukan oleh nelayan Tarakan secara tidak sengaja saat menjaring ikan di sebelah Barat perairan Pelabuhan Perikanan (Pelabuhan Tengkayu II). Kemudian oleh penemu mebawah dan menyerahkan langsung ke DIsbudpar untuk dirawat sebagai koleksi di Rumah Bundar Kampung Baru.