Batu Karang

Koleksi batu karang diperoleh saat perbaikan struktur pondasi bangunan “Rumah Bundar” di Jalan Danau Jempang Kampung Baru. Merupakan bagian dari bahan struktur pondasi rumah tersebut yang dibangun tahun 1930-an untuk rumah tinggal bagi pegawai Polisi Pamong Budaya yang biasa disebut “Polisi Minyak” pada masa kolonial Belanda di Tarakan.

Pada dasarnya Batu karang di Tarakan masa Kolonial Belanda menjadi bagian bahan utama pada hampir seluruh pembangunan infrastruktur baik untuk kepentingan militer maupun kepentingan sosial pertambangan. Maka tidak mengherankan jika serpihan batu karang atau terumbu karang dijumpai pada dinding tembok luar sebagai penahan tanah bangunan pertahanan militer Belanda. Lebih banyak terlihat juga pada drainase jaringan jalan pada kompleks perumahan dan fasilitas sosial yang dibangun oleh perusahaan minyak Bataavsche Petroleum Maathappij (BPM). Bahkan memasuki tahun 1945-1947 juga menjadi bahan utama saat perbaikan struktur dasar landasan Run Way Bandara Juwata.

Share Berita Kami :
Scroll to Top